ShoutMix chat widget

Pohon Natal, berhalakah?

Saturday, 5 December 2009 |

Sukacita natal rasanya kurang afdol kalau belum memasang pohon terang alias pohon cemara dengan segala pernak-perniknya. Hal ini sudah umum dan sangat membudaya di seantero jagad raya seolah-olah telah menjadi tradisi, dari rumah-rumah, gereja bahkan mal-mal besar bila menjelang bulan Desember maka acara menghias pohon terang dan salju sebagai embel-embelnya tidak kalah heboh dengan acara-acara yang lain. Bahkan ada jemaat yang tidak sopan datang di gereja pertama-tama yang ingin dilihat pohon terangnya bukan doanya kepada Yesus Kristus Sang Mesias bayi yang lahir di palungan di kandang domba!
Untuk menambah kreativitas banyak orang-orang Kristen moment natal menjadikan karya besar dengan membuat pohon Natal tertinggi dan terunik di dunia memecahkan guinnes book of record dengan membuat pohon natal tertinggi di dunia. Muri lembaga bergensi dalam guinnes book of recornya Indonesia mencatat tanggal 10 Januari 2005 alam rangka HUT ke-1 cucu dari Dirut Majalah Liberty ( ibu Bicky Hananta,SH ) merayakan HUT cucunya dengan membuat pohon natal dari buah-buahhan setinggi 3,5 meter. enyerahan piagam penghargaan berlangsung pada tanggal 10 Januari 2005 di Ballroom Sheraton Hotel – Surabaya oleh Bp. Paulus Pangka,SH.(muri.org)
Masih ada yang unik pohon natal yang berasal dari botol Aqua yang memecahkan record juga. Rangkaian botol air mineral terbanyak membentuk pohon natal tertinggi 7,5 meter keliling lingkar bawah: 6,8 meter. Pemegang Rekor: Jakarta Hilton Internasional Hotel Dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru 2005, Tim Florist artist Jakarta Hilton Internasional yang terdiri dari 7 orang yaitu Haerudin, Kiswanto, Adang, Didi, Sumardi, Lantip Prastowo, dan Zaenal Arifin, membuat pohon Natal yang sangat spesial di taman sriwedari yang diketuai oleh M.Daraeni. Pohon Natal tersebut istimewa karena terbuat dari daur ulang 7200 buah botol air mineral dengan tinggi 7,5 meter dan diameter 6,8 meter. lama pembuatan selama 1 bulan untuk pengumpulan daur ulang botol air mineral ini menghabiskan waktu 3 bulan. Penyerahan piagam berlangsung pada tanggal 27 Desember 2004 oleh Bapak Paulus Pangka,SH. (muri.org)
Masih keunikan pohon Natal dari dodol, yang memecahkan record. BENNY Josua Mamoto terus mencatat rekor MURI. Tercatat sampai saat ini sudah 3 rekor yang dicatat perwira di Mabes Polri ini. Setelah laboratorium berjalan dan pohon Kacang Tanah replika pohon Natal, kemarin malam dicanangkan pohon Dodol Kenari replika pohon Natal di Bandara Sam Ratulangi Manado!
Pohon Dodol Kenari khas Minahasa Utara (Minut) ini tingginya mencapai 18,6 meter dengan 26 ribu kemasan dodol kenari. Dodol kenari ini terbuat dari 1,9 ton tepung beras ketan, 2 ton gula merah, 800 kg buah kenari, 50 kg minyak kelapa, 1.250 biji kelapa, 2.750 lembar daun janur kuning/woka, 12 kg kayu manis dan 5 kubik batok kelapa untuk bahan bakar. Lamanya petimessquare-nyc.jpgmbuatan 5 hari non stop selama 24 jam yang dikerjakan oleh 23 orang.
Pembuatan pohon dodol kenari tertinggi di dunia ini memang menarik perhatian MURI (Museum Rekor Indonesia). Tak heran ketika Paulus Pangka yang mewakili MURI memberikan sambutan, dia menilai kehadiran pohon dodol kenari ini sangat inovatif, imajinatif. ''Pohon dodol kenari replika pohon Natal ini tidak saja tertinggi di Indonesia, tapi juga tertinggi di dunia,'' aku Paulus yang disambut tepukan warga yang memadari halam Bandara Sam Ratulangi (Manado Post Online).
Mall - mall juga tidak kurang jeli dalam menggaet pengunjung di hari natal, mereka tidak mau kehilangan momen yang paling spektakuler ini! Mal Ciputra, tampil dengan Pohon Natal setinggi 21 meter yang dipajang di Center Court Mal tersebut. Pohon Natal setinggi 21 meter tersebut, tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Pohon Natal tertinggi tahun 2003. Bukan hanya tertinggi saja, Pohon Natal di Mal Ciputra juga merupakan Pohon Natal teramping. Mal Taman Anggrek juga tampil dengan Pohon Natal tinggi yang dipajang di atrium utamanya. Tingginya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Mal Ciputra, tetapi pada puncak Pohon Natal di Mal Taman Anggrek, dipajang sebuah boneka barbie lengkap dengan sayapnya bak malaikat. Mal Puri Indah juga memajang Pohon Natal yang dipenuhi dengan ornamen boneka Disney. Rupanya pohon natal sudah menjadi komuditas yang menguntungkan para bisnisman! Memang harus diakui segala sesuatu yang berbau Kristus Yesus dari lahirnya sampai matinya sangat diminati khalayak ramai. Sekalipun itu tidak dari Yesus langsung segala sesuatu ornament yang di dalamnya ada Yesus maka akan laku bak kacang goreng dan akan tetap diminati sampai kapanpun juga!
Semarak Pohon natal menjadikan natal seolah-olah hidup menghiasi kehidupan manusia bahwa Yesus Kristus Sang Juru selamat telah ada ditengah-tengah hiruk pikuknya orang yang konsumtif dengan aneka ragam belanjaan. Dengan kata lain Yesus hidup juga di mal-mal tercanggih di seluruh dunia! Mungkin saja Yesus tidak pernah terlintas di benaknya akan pohon cemara yang dihias, sebab selama hidupnya hanya pohon zaitun yang melambai-lambaikan kehadiranNya di Yerusalem tetapi pohon terang berdiri tegak dengan dandanan yang cantik menyambut ketokyo.jpglahiranNya diseluruh penjuru dunia.
Orang harus tahu mengapa pohon cemara bukan pohon blimbing dan mangga atau jengkol? Sebab pohon ini tahan aneka ragam musim dan di Negara manapun pohon ini tidak kenal keadaan apapun juga ia sanggup bertahan di musim semi, panas, rontok dan dingin bahkan musim hujanpun! Dengan katal lain tidak ada pohon yang kuat selain pohon cemara yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan demikian kasih Kristus berdiri tegak sehingga layaklah pohon ini sebagai manifestasi penyambutan manusia kepada Juru selamat yang telah lahir di muka bumi ini.


Latar belakang

Keberadaan pohon terang tersebut berawal dari abad ke-7. Ketika itu, ada seorang agamawan dari Crediton, Devonshire yang pergi ke Jerman untuk menyebarkan ajaran agama Kristiani. Konon, orang kudus tersebut menghabiskan waktunya di daerah bernama Thuringia di mana kemudian daerah tersebut menjadi sebuah daerah industri untuk dekorasi pohon Natal.
Kemudian, seiring dengan perjalanan waktu, Pohon Terang pertama kali ada di Riga, Latvia pada tahun 1510. Lalu, pada abad ke-16, Martin Luther ingin menunjukkan sebuah ilustrasi kepada anak-anaknya dengan memasangkan Pohon Terang kecil yang dihiasi lilin-lilin sebagai simbol bagaimana cahaya bintang itu berkelap-kelip di waktu malam.
madrid.jpg Hal tersebut memicu perkembangan pasar dalam menjual barang-barang bernuansa Natal di Jerman pada abad ke-16. Kreasi dari masing-masing pedagang pun bervariasi mulai dari kado, makanan dan peralatan lain. Nah, dari kegiatan sejenis bazaar ini lahirlah ornamen-oranamen Natal dari lilin dan cendera mata lain dalam aneka bentuk kue beraroma jahe atau lazim disebut gingerbread. Para pembeli memiliki kebiasaan untuk membawa pulang cendera mata tersebut ke rumah masing-masing dan kemudian menggantungkannya di Pohon Natal.
Dari situlah keberadaan Pohon Natal berkembang baik dari bentuk, hiasan dan dominasi warna sampai lahirlah Pohon Natal ala Inggris, ala Victorian dan Albert, sampai pohon cemara ala Amerika dan ala Inggris di abad ke 20. Tercatat, tidak seperti anggota keturunan kerajaan lainnya, Ratu Victoria pernah mengabadikan foto keluarga dengan berpose mengelilingi pohon Natal. Akhirnya hal itu pun menjadi sangat populer ketika itu, sampai-sampai khalayak banyak mengikutinya hingga saat ini. (Sinar Harapan on line)
Sumber yang lain mengatakan, Sebenarnya Franciscus dari Assisilah yang pertama kali memperkenalkan replika kandang dengan ternak dengan patung-patung kecil Yusuf, Maria dan bayi dalam palungan dan para majus dan gembala disekitarnya, yang sering kita lihat sebagai hiasan Natal baik di gereja maupun di rumah. Replika inilah yang menjadi hiasan sejak abad-13 sebelum pohon Natal diperkenalkan, dan diiringi Christmas Carol yang dinyanyikan sekelompok orang dari rumah ke rumah. Pohon Den dengan kerlap-kerlip kemudian dijadikan lambang kekekalan dan dijadikan pohon Natal seperti yang kita kenal sekarang.
Pohon Natal yang sederhana itu kemudian di abad-18 berkembang dengan adanya penambahan dekorasi hiasan-hiasan Natal, dan lama kelamaan dekorasi itu begitu lebatnya sehingga lambang pohon dan sinarnya yang menjadi simbol kekekalan dan kesyahduan menjadi terkubur oleh hiruk pikuk dan kemeriahan hiasannya. Suasana Natal untuk mengenang kesederhanaan kelahiran Tuhan Yesus yang menyelamatkan manusia kini banyak tertutup oleh pesta pora dengan segala hiasan yang mewah dan bukan lagi dirayakan oleh umat Kristiani saja tetapi meluas oleh umum. Perayaan Natal perlu kembali mengalami ´de-sekularisasi´.
Pada abad-11, Nicholas seorang uskup yang baik hati yang suka membagi-bagikan hadiah pada anak-anak dirayakan pada tengah malam tanggal 5 Desember, namun lama-lama legenda ´Santo´ Nicholas ini di adopsi di negeri Belanda dan dirayakan sebagai ´Sinter-Klaas´ dan kemudian di Amerika dirayakan sebagai ´Santa Calus´ yang sekarang dimasukkan ke dalam rangkaian perayaan Natal dan sambil menaiki kereta salju ditarik rusa kutup terbang di atas rumah-rumah penduduk sambil membagi-bagikan hadiah di rayakan di malam Natal (Sumber : Herlianto-sabda org)
Sebagai orang percaya kita sudah tidak lagi berkutat kepada latar belakang pohon natal bahkan sekarang tidak harus pohon cemara aneka ragam variasi tumbuh-tumbuhan bisa dipakai sebagai hiasan Natal yang penting makna natal tidak hilang diantara orang percaya. Sekalipun Yesus tidak memerintahkan untuk merayakan Natal dengan pohon terang tapi tidak ada salahnya kalau ungkapan kasih manusia di bumi ini dengan aneka cara dalam menunjukkan rasa syukur kepada Sang Juru Selamat.

Berhalakah Pohon Natal?

Hanya orang yang sok tahu saja terkadang salah kaprah, yang bukan urusannya di campuri kayak tidak punya kerjaan saja. Tuduhan tentang pohon natal yang tidak sesuai dengan realitas pada natal perdana adalah penyembahan berhala merupakan tuduhan keji yang sangat tidak mendasar sekalipun seolah-olah di dukung oleh ayat-ayat Alkitab. Namun dapat dipastikan ayat-ayat itu diperkosa dan di cocok-cocokkan dengan situasi seolah-olah memang benar. Orang yang sering kali “resek” dengan mengurusi agama orang lain dapat dipastikan cupet berpikir dan konyol dalam mentalitas. Mereka pikir kalau sudah bisa menghakimi agama lain dia seolah-olah menjadi pahlawan di agamanya sendiri. Tuhan model apa yang dipercayai orang yang selalu menuduh agama lain palsu dan penyembahan berhala? Tentu Tuhannya adalah iblis yang menyamar sebagai malaikat terang, sebab cirikhasnya iblis selalu membawa perpecahan dengan berbagai macam dalih! Iblis bapak sebagai pendusta dan selalu mendakwa. Mbok i yo kalau bukan urusannya diamlah, dengan cara tuduhan itu apakah oranglain berbelok dari imannya? sangatlah konyol dan goblok yang menaun!pohon dari garam.jpg
Orang harus tahu bahwa pohon natal adalah manifestasi gerakan manusia untuk mengenang karya besar Allah bahwa Dia yang Roh menjelma atau berubah bentuk menjadi manusia. Pribadi Yesus adalah pribadi yang kuat dan perkasa. Sebelum kelahiranNya saja Yesaya sudah menyebutkan bahwa bayi yang lahir di Palungan itu seorang yang perkasa. Yesaya 9:5 mengatakan : “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Pohon yang tidak mengenal musim ini bagaikan lambang kasih Kristus yang tidak pernah mengenal musim atau sekat-sekat apapun juga. Kasih Yesus Kristus kepada semua manusia tidak akan pernah luntur oleh teriknya mentari atau pudar saat musim berganti. Kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan bahwa kasihNya selalu baru. Hanya Yesus yang selalu membawa pembaruan, untuk itu setiap orang mengucapkan Merry Christmas pasti selalu disertai And Happy New Year. Orang yang merayakan Chritmas (Misa Kristus) akan selalu happy jadi orang Kristen yang percaya Yesus kalau tidak sampai happy pasti tidak waras dalam rohnya!


Tuduhan

Harus diakui bahwa ada saja orang sirik, musrik dan resek, merasa dirinya tahu kebenaran dan menghakimi kebenaran Alkitab seolah-olah dirinya Tuhan yang tahu banyak padahal tingkat kegoblokannya dipajang di etalase dan kemudian memarketingkan kegoblokannya sendiri. Lihat saja Kisah Pohon Natal di ibaratkan seperti kisah dunia kafir Babilonia, sejarah kepercayaan panganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud). Inilah kisah yang dicocok-cocokkan supaya bisa menuduh kepercayaan lain yang lebih rendah dari kepercayaannya. Biasanya orang yang suka merendahkan orang lain sudah pasti mentalnya sudah rendah sebab orang yang rendah akan selalu merendahkan orang lain! Kita simak saja.
Pertama-tama tuduhan itu berangkat dengan mengutip karya H.W. Amstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worlwide Chrch of God, California USA, 1994, menjelaskan: Namrud cucu Ham, anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya: “Dia membangkang atau Murtad antara lain dengan keberaniaannya mengawinkan ibu kandungnya sendiri bernama “Semiramis”.
Namun usia Namrud tidak sepannjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati, Semiramis menyebarkan ajaran: bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang tumbuh dari sebatang kayu mati.
Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal usul pohon Natal. Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai “anak suci dari surga”.
Putaran jaman menyatakan bahwa penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi “Mesiah palsu”, berupa dewa “Ba-al” anak dewa matahari dengan objek penyembahan ‘Ibu dan Anak (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di mesir berupa “Isis dan Osiris”, di Asia bernama “Cybele dan Deoius”. Di Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, “Kwan Im” di Cina, Jepang dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa “Madonna” dan lain-lain (Sumber : sengaja dirahasiakan)
Tidak akan pernah ada satupun manusia di muka bumi ini khususnya orang yang percaya kepada Yesus pada waktu menyalakan lilin Natal atau menikmati hiasan pohon terang maka yang terlintas dari dalam benaknya adalah dewa-dewa Babilonia. Kisah Natal yang dimanifestasikan para kudusnya Tuhan yang mungkin tidak saja ada kemiripan kisah kepercayaan kafir itu bukan berarti bahwa orang kudusNya Tuhan sedang malakukan penyembahan berhala.
natal 1.jpg Apa sih berhala? Berhala sama dengan Idol, tidak pernah ada orang yang memperingati Natal dengan pohon terang ingat penyembahan dewa-dewa manapun juga selain Yesus. Anggap saja persamaan itu mirip yang kemudian diadopsi menjadi peringatan Natal, apa salahnya? Orang perlu tahu bahwa dewa adalah bahasa sansekerta untuk api atau terang yang dalam bahasa latinnya Aura yang dapat diterjemahkan dengan cahaya atau terang. Yesus sendiri mengatakan ; “Yohane 8:12 mengatakan : “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kataNya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
Tuduhan selanjutnya memainkan ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa pohon itu adalah penyembahan berhala, Yeremia 10:2-4: ”Beginilah firman Tuhan: ”Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang diseganii bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukanlah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang”. Katanya lebih lanjut, Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Selanjutnya mari kita simak penjelasan Yeremia 10:5 ”Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapat.”
Penuduh salah kaprah hanya menyomot kebenaran dan tidak melihat latar belakang dari kontek ayat-ayat yang ada. Dalam tingkat kegoblokan yang menganggap dirinya bisa menyerang agama lain dengan kitab sucinya menunjukkan dirinya tidak mengerti kebenaran. Yermia dikirim untuk bangsa Israel yang masih condong kepada dewa-dewa kafir. Orang kafir sering membuat allahnya melalui ukiran kayu. Sebelum menjadi kayu kan harus ditebang dulu bukan? Jangan berpikir mengambil pohon dan kemudian menjadikan pohon natal begitu? Asli norak...
Mereka ingin menyebutkan bahwa orang Kristen itu seperti orang kafir yang mendadani pohon terang dengan emas dan aneka ragam dan kemudian untuk disembah! Carilah dan tanyakan kepada orang Kristen diseluruh dunia mana ada pohon Natal untuk diagungkan dan disembah? Orang yang waras lebih baik diam. Jika orang bebal ditelanjangi kebodohannya maka yang keluar hanya emosinya!
Ayat selanjutnya menerangkan identitas berhala itu seperti orang-orangan mentimun yang tidak bisa apa-apa. Memang harus dipahami oleh semua orang bahwa keberadaan pohon natal hanya merupakan semarak perayaan tidak masuk dalam liturgi, theologi dan prosesi Natal, paling tidak sebagai hiasan Natal saja dan itu paling cocok dan sudah membudaya. Kalau orang mau bilang apa biarin saja, siapa yang tidak berkepentingan dilarang masuk, sebab wilayah natal adalah wilayah yang membawa damai sejahtera dan kesukaan besar bagi seluruh bangsa. Namun kalau ada orang memaksa masuk dengan caci maka dan tuduhan yang tidak jelas sudah pasti itu iblis dengan dedengkotnya.

0 comments:

Post a Comment

Followers